Jumat, 26 September 2014

Soal PKN Tugas 3



1.    Cinta produk dalam negeri merupakan sikap positif dalam pengamalan sila ke ....
a.    Pertama
b.    Kedua
c.    Ketiga
d.    Keempat
e.    Kelima
2.    Mengikuti pemilihan Ketua OSIS merupakan sikap positif dalam pengamalan sila ke ....
a.    Pertama
b.    Kedua
c.    Ketiga
d.    Keempat
e.    Kelima
3.    Berikut ini yang merupakan pengamalan dari sila ke 5 adalah ....
a.    Mengikuti upacara dengan khitmad
b.    Musyawarah untuk mufakat
c.    Beribadah sesuai dengan keyakinan
d.    Bersifat egois
e.    Cinta produk dalam negeri
4.    Berikut ini hal hal yang harus dihindari dalam kehidupan beragama, kecuali ...
a.    Fanatik sempit
b.    Sikap acuh tak acuh
c.    Meremehkan agama lain
d.    Berbagi dengan agama lain
e.    Mencampuradukan agama
5.    Tindakan berikut yang mencerminkan pelaksanaan nilai kerakyatan adalah ....
a.    Toleransi antar umat beragama
b.    Tidak memaksakan hak kepada orang lain
c.    Menerima kritik dan saran dari orang lain
d.    Memberi bantuan kepada korban bencana alam
e.    Menyampaikan pendapat dimuka umum dengan baik dan sopan
6.    Menerima kritik dan saran dari orang lain merupakan pengamalan pancasila yaitu ....
a.    Ketuhanan
b.    Kemanusiaan
c.    Persatuan
d.    Kerakyatan
e.    keadilan
7.    keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud dengan jalan ....
a.    Pembangunan perusahaan multinasional menuju era pasar bebas
b.    Pemerataan pembangunan industri di seluruh wilayah Indonesia
c.    Mekanisasi dalam setiap kegiatan proyek pembangunan
d.    Pembangunan yang menitik beratkan pada sektor tertentu
e.    Pemerataan pembangunan dan hasil hasilnya

Sikap Positif terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka dalam Kehidupan sehari hari


·        Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu (sila 1)
·        Melakukan sholat 5 waktu (sila 1)
·        Taat kepada orang tua (sila 1)
·        Menjaga kebersihan tempat peribadahan (sila 1)
·        Mengikuti upacara dengan khitmad (sila 5)
·        Melaksanakan piket (sila 5)
·        Tidak membeda bedakan teman (sila 2)
·        Mengikuti pemilihan Ketua OSIS, Ketua Kelas, dll (sila 4)
·        Bergotong royong dalam lingkungan masyarakat (sila 4)
·        Cinta produk dalam negeri (sila 3)
·        Bersikap sopan santun (sila 2)

Kamis, 25 September 2014

Sikap Positif dan Negatif terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Sila 1
“Ketuhanan yang Maha Esa”
NO
SIKAP POSITIF
SIKAP NEGATIF
1.
Mengembangkan toleransi antar umat beragama
Tidak mengembangkan toleransi antar umat beragama.
2.
Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain
Memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain
3.
Percaya dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai ajaran agama yang dianut masing-masing.
Tidak  Percaya kepada Tuhan yang Maha Esa.
4.
Melaksanakan kewajiban dalam keyakinannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
Tidak Melaksanakan kewajiban dalam keyakinannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa, tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
5.
Memelihara Kebersihan sarana prasarana peribadahan
Tidak memelihara kebersihan sarana prasarana peribadahan
6.
Membina kerja sama dan tolong menolong dengan pemeluk agama lain sesuai dengan situasi dan kondisi di lingkungan masing-masing.
Tidak  membina kerja sama dan tidak tolong menolong dengan pemeluk agama lain.


Sila 2
“Kemanusiaan yang Adil dan Beradap”
NO
SIKAP POSITIF
SIKAP NEGATIF
1.
Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia, tenggang rasa dan tidak semena-mena terhadap orang lain
Tidak mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia
2.
Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. Contohnya : menjadi sukarelawan kemanusiaan, menolong orang lain
Tidak gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
3.
Memperlakukan manusia/orang lain sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
Tidak memperlakukan manusia/orang lain sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

4.
Mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, jenis kelamin, kedudukan sosial, dan sebagainya
Tidak mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban asasi setiap manusia
5.
Menyadari bahwa kita mempunyai hak dan kewajiban. yang sama
Tidak menyadari bahwa kita mempunyai hak dan kewajiban yang sama
6.
Tidak melakukan diskriminatif
 Melakukan diskriminatif

Minggu, 14 September 2014

Penyimpangan Terhadap Nilai Nilai Pancasila



A.   Penyimpangan Terhadap Nilai-nilai Pancasila
            Berdasarkan pengamatan terhadap kehidupan masyarakat, mulai nampak berbagai peristiwa yang mencerminkan penyimpangan terhadap nilai-nilai luhur pancasila. Pancasila sebagai dasar falsafah Negara republic Indonesia idealnya menjadi acuan tingkah laku warga Negara dalam penyelenggaraan Negara, kenyataannya terindikasi akan ditinggalkan. Berikut beberapa contoh kasus penyimpangan yang terjadi di lingkungan masyarakat Indonesia :
a)      Demonstrasi mahasiswa
            Pada asal mulanya demonstrasi merupakan salah satu cara penyampaian aspirasi yang dilegalkan. Demonstrasi dapat pula digunakan sebagai media penyampaian kritik ataupun saran-saran terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai kurang berpihak kepada rakyat. Tetapi dewasa ini demonstrasi identik dengan kegiatan penyampaian pendapat disertai anarkisme masa dan perusakan infrastruktur pemerintah. Orasi disertai dengan aksi baku hantam antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan. Hal ini sangat bertentangan dan tidak sesuai dengan sila ke empat yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”. Demonstrasi yang berujung dengan anarki sering kali merupakan demo yang dilakukan oleh mahasiswa. Hal ini tentunya sangat disayangkan sekali, mengingat mahasiswa adalah generasi muda dengan intelektual tinggi sekaligus sebagai pewaris bangsa ini. Bagaimana Negara ini kedepannya sangat tergantung pada generasi muda saat ini. Diakui maupun tidak generasi muda kita telah beralih acuan, acuan mereka adalah acuan yang mengatas namakan sebuah kebebasan dalam liberalisme. Dapat pula dikatakan kebebasan yang kebablas.
            Mahasiswa yang notabene masih tergolong ke dalam  usia remaja mengalami masa yang rawan, karena pada saat itulah mereka mulai mampu berfikir abstrak, dan mencoba menjelaskan beberapa hal yang kompleks, dengan emosi yang masih labil. Sebetulnya remaja dapat dikatakan tidak memiliki tempat yang jelas, Mereka sudah tidak termasuk dalam golongan anak-anak dan belum dapat diterima ke dalam golongan orang dewasa. Dengan adanya globalisasi dan liberalisme tidak menutup kemungkinan masa rawan ini akan datang lebih awal. Pada masa ini pula remaja akan mencoba mencari jati dirinya.

Soal Pkn Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Paradigma Pembangunan



1.     Upaya penegakan hukum oleh aparat penegakan hukum tidak boleh berterntangan dengan pancasila. Pernyataan tersebut menunjukan kedudukan Pancasila sebagai ....
a.     dasar negara
b.     jiwa kepribadian bangsa
c.      tujuan dan cita-cita bangsa
d.     pandangan hidup bangsa
e.      sumber nilai dari segala hukum
2.     Dalam menyelesaikan masalah, bangsa Indonesia harus menjadikan Pancasila sebagai tolok ukur dalam memecahkan masalah bermasyarakat, berbangsa, dan bernegaramencerminkan fungsi Pancasila sebagai ....
a.     dasar negara
b.     perjanjian luhur
c.      pandangan hidup
d.     paradigma kehidupan
e.       jiwa kepribadian bangsa
3.     Bung Hatta adalah pemrakarsa berdirinya perekonomian yang berbasis pada Pancasila, yaitu ....
a.     fidusia
b.     koperasi
c.      perbankan
d.     keuangan islam
e.      pengadaian
4.     Berikut ini hal-hal yang mencerminkan Pancasila sebagai paradigma dalam pembanggunan politik kecuali ....
a.     Kedaulatan rakyat
b.     Musyawarah mufakat
c.      Politik berdasarkan kekeluargaan
d.     Politik berdasarkan moral ketuhanan
e.      Politik berdasarkan pada kemanusian
5.     Menurut Sri Sultan Hamengku Buwono X, gerakan reformasi harus tetap diletakkan dalam kerangka pancasila sebagai ....
a.     Falsafah hidup bangsa
b.     Pandangan hidup bangsa
c.      Ideologi terbuka
d.     Landasan cita-cita dan ideologi
e.      Tujuan dan cita-cita bangsa
6.     Salah satu prinsip etis sebagai landasan pembangunan di bidang hukum adalah ....
a.     semua orang mempunyai hak yang sama di dalam hukum dan pemerintahan
b.     memberikan kebebasan dalam rangka memeluk dan mengamalkan ajaran agama
c.      mengembangkan sistem ekonomi yang berperi kemanusiaan
d.     mengembangkan prinsip hidup berdampingan secara damai dengan bangsa lain
e.      memelihara nilai-nilai yang telah lama ada dan relevan

Sabtu, 13 September 2014

Pancasila sebagai Sumber Nilai dan Paradigma Pembangunan


Pancasila Sebagai Sumber Nilai
Diterimanya pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai pancasila dijadikan landasan pokok, landasan fundamental bagi penyelenggaraan negara Indonesia. Pancasila berisi lima sila yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental. Nilai-nilai dasar dari pancasila tersebut adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, nilai Persatuan Indonesia, nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalan permusyawaratan/perwakilan, dan nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
Dengan pernyataan secara singkat bahwa nilai dasar Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan.


Makna Nilai dalam Pancasila

a. Nilai Ketuhanan
Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pancipta alam semesta. Dengan nilai ini menyatakan bangsa indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. Nilai ketuhanan juga memilik arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama, menghormati kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antarumat beragama.

b. Nilai Kemanusiaan
Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya.

c. Nilai Persatuan
Nilai persatuan indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa indonesia..

d. Nilai Kerakyatan
Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan.

e. Nilai Keadilan
Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah atauun batiniah. Nilai-nilai dasar itu sifatnya abstrak dan normatif. Karena sifatnya abstrak dan normatif, isinya belum dapat dioperasionalkan. Agar dapat bersifat operasional dan eksplisit, perlu dijabarkan ke dalam nilai instrumental. Contoh nilai instrumental tersebut adalah UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya. Sebagai nilai dasar, nilai-nilai tersebut menjadi sumber nilai. Artinya, dengan bersumber pada kelima nilai dasar diatas dapat dibuat dan dijabarkan nilai-nilai instrumental penyelenggaraan negara Indonesia.